BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Kota Samarinda pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, yang menunjukkan kondisi langit akan diselimuti awan tebal. Prediksi ini berlaku sepanjang hari, menandakan dominasi kondisi berawan di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.
Informasi ini sangat penting bagi warga Samarinda untuk merencanakan aktivitas harian mereka, mengingat kondisi atmosfer yang cenderung lembap. Meskipun berawan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak.
Menurut observasi stasiun meteorologi setempat, pergerakan angin dan akumulasi awan menunjukkan pola yang stabil di atas wilayah yang terletak di hilir Sungai Mahakam tersebut. Kondisi ini merupakan dinamika atmosfer yang terpantau pada pagi hari.
Dari sisi suhu, BMKG mencatat bahwa suhu udara di wilayah Kota Samarinda berada dalam kisaran yang relatif hangat sepanjang hari ini. Rentang suhu yang diprediksi berkisar antara 24 derajat Celsius sebagai minimum hingga mencapai 31 derajat Celsius sebagai suhu maksimum.
Parameter yang paling menonjol dalam prakiraan hari ini adalah tingkat kelembapan udara yang akan sangat tinggi. Kelembapan udara di Samarinda hari ini bahkan diprediksi dapat mencapai angka maksimal hingga 97 persen.
Kondisi cuaca berawan dengan kelembapan tinggi ini tidak hanya terjadi di Samarinda saja, melainkan juga berdampak pada wilayah sekitarnya. Dilansir dari radarpapua.jawapos.com, Kota Balikpapan juga mengalami dinamika cuaca yang serupa dengan dominasi awan di langitnya.
Beberapa kabupaten di sekitar Kalimantan Timur juga menunjukkan karakteristik cuaca yang identik dengan Samarinda. Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Paser dilaporkan konsisten berawan dengan rata-rata suhu maksimal yang menyentuh angka 31 derajat Celsius.
Tingginya angka kelembapan udara hingga 97 persen ini dikhawatirkan berpotensi memicu terbentuknya kabut tipis pada waktu pagi dan malam hari. Risiko kabut ini lebih besar terjadi di area yang berdekatan dengan aliran sungai atau kawasan perbukitan.
Mengingat kondisi udara yang gerah akibat tingginya uap air, warga Samarinda sangat disarankan untuk menjaga hidrasi tubuh dengan baik. "Cuaca berawan sering kali mengecoh masyarakat karena suhu udara tetap terasa gerah akibat tingginya uap air di udara," demikian disampaikan oleh salah satu petugas prakirawan BMKG.






.png)