bogorplus.id – Bibir yang kering sering kali disebabkan oleh iritasi pada lapisan pelindungnya atau ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Meskipun kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan menggunakan pelembap bibir, harus diingat bahwa bibir kering juga bisa menjadi indikasi dari penyakit yang lebih serius.

Kulit pada bibir memiliki ketebalan yang lebih rendah dan lebih sensitif dibandingkan dengan kulit di bagian tubuh lainnya. Selain itu, bibir tidak memiliki kelenjar minyak untuk menjaga kelembapannya. Ini adalah alasan mengapa bibir lebih mudah mengalami kekeringan, bahkan bisa menyebabkan pecah-pecah atau terkelupas.

Bibir Kering

Kondisi bibir kering adalah masalah yang biasa dijumpai dan sering kali tidak berhubungan dengan masalah kesehatan yang serius, meskipun bisa saja bibir tampak sangat kering, pecah-pecah, atau terluka. Apabila bibir kering disebabkan oleh kondisi yang serius, biasanya akan muncul gejala lain yang lebih berat, sehingga kekeringan pada bibir bukanlah masalah utama.

Penyebab Bibir Kering

Kekeringan pada bibir dapat disebabkan oleh gaya hidup atau faktor lingkungan, seperti:

  • Paparan terus-menerus dari sinar matahariUdara yang dingin atau kering
  • Tidak menggunakan pelembap saat cuaca dingin dan kering
  • Kebiasaan menjilat bibir
  • Bernapas dengan mulut, biasanya karena hidung terhalang
  • Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan

Di samping itu, bibir kering juga bisa menjadi gejala atau tanda dari beberapa kondisi medis berikut:

  • Reaksi alergi, misalnya dari pasta gigi, parfum, atau pewarna pada lipstik, serta bahan tambahan pada obat kumur atau pasta gigi
  • Dermatitis atopik
  • Infeksi jamur atau bakteri, seperti cheilitis angular
  • Infeksi virus, contohnya herpes mulut
  • Hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid
  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjögren
  • Kekurangan gizi atau vitamin dan mineral tertentu seperti zat besi atau vitamin B
  • Efek samping dari beberapa obat, seperti antibiotik, diuretik, retinoid, vitamin A, digoxin, atau lithium