bogorplus -Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tata ruang kawasan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor, setelah longsor beberapa waktu lalu. 

Ia menilai pembangunan di kawasan bersejarah itu tidak memperhatikan karakter alam, lanskap wilayah, dan nilai sejarah yang seharusnya dijaga.

Saat mengunjungi Museum Pajajaran Batutulis, Kamis (14/5/2026), KDM menyebut kawasan Batutulis semestinya tetap dipertahankan sebagai ruang hijau karena merupakan bagian dari pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran Sunda.

“Ketika ini misalnya dulu pusat Pajajarannya di sini, ya dimungkinkan dong nanti taman Batutulis yang hijau pohon, kenapa saja jadi longsor? Karena salah dalam penerapan tata ruangnya,” ujarnya, Jumat (15/5).

Menurutnya, perubahan fungsi kawasan hijau menjadi jalan menjadi salah satu penyebab munculnya persoalan lingkungan di kawasan tersebut.

Ia menilai pembangunan yang dilakukan selama ini terlalu mengabaikan kondisi alam dan tata letak wilayah.

“Seharusnya di sini tuh daerah yang hijau, dibuat jadi jalan. Kan aneh, jalan Batutulis longsor, berarti batunya pecah kan gitu loh. Nah ini yang gini-gini deh,” katanya.

Dedi menegaskan kawasan Batutulis bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan karakter lingkungan yang harus dijaga. 

Karena itu, pembangunan di kawasan cagar budaya perlu berbasis kajian akademik dan sejarah agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan di masa depan.