BOGORPLUS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memulai langkah awal pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Kabupaten Cirebon. Tahap awal ini ditandai dengan proses penandaan pada rumah-rumah warga yang telah terverifikasi sebagai penerima manfaat program strategis nasional tersebut.
Program ambisius ini digulirkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) ESDM dengan target monumental mencapai 158.100 sambungan rumah (SR) di wilayah tersebut. Target besar ini menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai daerah dengan cakupan jargas terbesar di Pulau Jawa, yang akan diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.
Proyek strategis nasional ini, sebagaimana disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, terbagi menjadi dua tahapan besar. Pengerjaan tahap pertama diproyeksikan rampung dalam kurun waktu enam bulan, yang akan berakhir pada penghujung tahun 2026 ini.
Nanan Abdul Manan menjelaskan tujuan utama dari perluasan jaringan gas rumah tangga ini sangat krusial bagi masyarakat setempat. "Tujuan program jargas ini adalah memperluas akses masyarakat terhadap energi bersih sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga," ujar Nanan, Kamis (25/6/2026).
Fokus pembangunan pada tahap awal ini mencakup empat kecamatan prioritas, yaitu Kecamatan Palimanan, Depok, Gempol, dan Dukupuntang. Kuota awal yang ditetapkan untuk wilayah ini adalah 41.000 sambungan, yang kemudian disesuaikan menjadi 41.035 sambungan rumah setelah melalui proses verifikasi data di lapangan.
Saat ini, petugas di lapangan masih gencar melakukan penandaan pada rumah-rumah warga yang menjadi target penyambungan. Sementara itu, peletakan jaringan pipa utama dan pembangunan fisik infrastruktur ditargetkan untuk dapat dimulai pada pekan berikutnya.
Nanan menambahkan bahwa koordinasi teknis telah dilakukan secara matang untuk memastikan kelancaran pembangunan jaringan pipa. "Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pemantauan jalur pipa. Pengecekan di ruas jalan, termasuk titik pertigaan dan perempatan yang akan dilalui jaringan, juga telah dilakukan," katanya.
Dukungan penuh yang diberikan oleh Ditjen Migas menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai prioritas utama dalam perluasan akses energi gas rumah tangga di Jawa. "Alhamdulillah, Kabupaten Cirebon menjadi daerah dengan jumlah pemasangan jargas terbanyak di Pulau Jawa," ungkap Nanan.
Tahap pembangunan kedua direncanakan akan menyasar delapan kecamatan lainnya, meliputi Tengahtani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang. Secara keseluruhan, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon masuk dalam peta jangkauan program ini, dengan fokus awal di wilayah bagian barat dan tengah.






.png)