BOGORPLUS.ID - Penjualan mobil berbasis baterai listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia tercatat mengalami penurunan drastis pada bulan Mei 2026. Total distribusi wholesales hanya mencapai 9.290 unit, menjadikannya capaian terendah sepanjang tahun berjalan saat itu.
Penurunan signifikan ini terjadi setelah adanya penundaan kebijakan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah pusat. Data ini dihimpun oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan dipublikasikan pada 11 Juni 2026.
Jika dibandingkan secara bulanan, volume penjualan mobil listrik pada Mei 2026 merosot tajam sebesar 37,34 persen dari pencapaian bulan sebelumnya, April 2026. Pada bulan April, tercatat sebanyak 14.825 unit mobil listrik berhasil didistribusikan ke pasar.
Penundaan ini terjadi karena rencana awal pemberian insentif yang semula dijadwalkan berlaku efektif mulai Juni 2026 terpaksa harus ditangguhkan. Keputusan ini diambil beberapa waktu sebelum bulan Juni tiba, memengaruhi ekspektasi pasar.
Menteri Keuangan, Purbaya, mengonfirmasi mengenai penangguhan kebijakan tersebut dalam pernyataannya pada hari Selasa, 26 Mei. Ia menyampaikan bahwa implementasi insentif kendaraan listrik akan ditunda selama satu bulan tambahan.
Penundaan kepastian regulasi insentif ini diduga kuat memicu sikap hati-hati dari para calon pembeli. Konsumen memilih untuk mengambil posisi wait and see demi menunggu kepastian harga terbaik setelah aturan resmi disahkan.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengonfirmasi bahwa beberapa faktor turut memengaruhi pelemahan penjualan pada periode tersebut. "Iya kan soal insentif yang ditunda, melemahnya rupiah, dan lain-lain," ujar Jongkie Sugiarto.
Meskipun terjadi penurunan bulanan yang cukup tajam pada Mei, tren penjualan kendaraan listrik secara akumulatif sepanjang tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Total penjualan dari Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 57.087 unit.
Angka akumulasi tersebut mengindikasikan lonjakan pertumbuhan sebesar 80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap elektrifikasi kendaraan di Indonesia.






.png)