bogorplus.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa sekitar 1,8 juta orang dipastikan tidak akan menerima bantuan sosial (bansos) pada triwulan kedua tahun ini. Keputusan ini diambil setelah dilakukan pengecekan kembali terhadap Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Ada sekitar 1.800.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang selama ini menerima bantuan, karena hasil verifikasi menunjukkan bahwa mereka termasuk bagian daripada inclusion error,” jelas Gus Ipul kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2025).

“Maka pada triwulan kedua ini mereka tidak mendapatkan lagi bantuan,” tambahnya.

Gus Ipul menerangkan, dalam penyusunan DTSEN terdapat data warga yang masuk dalam kategori kesalahan inklusi, yaitu mereka yang seharusnya tidak menerima bantuan. Namun, ada pula kesalahan eksklusif yang berarti ada warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum menerimanya.

“Jadi ada yang mendatangi rumahnya satu persatu melihat keadaannya, melihat situasinya. Memang sebelum ini mereka itu tentu menerima bantuan,” ujarnya.

“Tapi setelah dilakukan ground check dengan kriteria-kriteria tertentu oleh petugas atau pendamping BKH dan juga personil dari BPS daerah. Mereka dinyatakan sudah tidak layaklah untuk menerima bantuan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa 1,8 juta mantan penerima bansos tersebut telah dicoret dan bantuan akan dialihkan kepada keluarga lain yang lebih berhak. Ini karena sebagian dari mereka yang telah mengalami peningkatan status ekonomi.

“Jadi kalau yang graduasi itu adalah mereka penerima manfaat, mungkin masuk program keluarga harapan. Lalu dengan bantuan kita, pendampingan, mereka jadi graduasi,” kata Gus Ipul.

“Mereka sudah lebih mandiri lah. Yang juga perlu diberikan perlindungan itu memang kelompok rentan ini, yang masih di dalam tadi itu ya (dalam kategori miskin ekstrem dan miskin),” imbuhnya.