BOGORPLUS.ID - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Solo memberikan teguran resmi kepada Wali Kota Solo, Respati Ardi, terkait pemasangan baliho ucapan ulang tahun Presiden Joko Widodo. Teguran ini dilayangkan karena baliho tersebut terpasang di area yang merupakan milik pemerintah daerah.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 25 Juni 2026, di mana baliho ucapan selamat tersebut dipasang di lokasi yang menjadi aset Pemerintah Kota Solo. DPC Gerindra Solo mengambil langkah ini untuk menjaga citra pemimpin kota dan menghindari potensi opini negatif dari masyarakat.
Langkah peneguran ini bertujuan utama untuk mencegah munculnya spekulasi negatif mengenai potensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk alat peraga tersebut. Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengonfirmasi adanya peringatan lisan ini kepada kepala daerah.
Ardianto Kuswinarno menjelaskan bahwa teguran ini semata-mata untuk mengingatkan Wali Kota agar lebih berhati-hati dalam penempatan alat peraga di masa mendatang. "Nggak, nggak, cuma kita hanya memberi peringatan ke depannya supaya berhati-hati selaku tokoh di Kota Solo, pimpinan di Kota Solo itu harus mawas dirilah, tidak semau gue kayak gitu," kata Ardianto Kuswinarno, Ketua DPC Gerindra Solo.
Menurut penilaian Ketua DPC Gerindra Solo, penempatan baliho di lahan milik Pemkot merupakan tindakan yang kurang bijaksana karena berpotensi memicu tuduhan penggunaan dana publik. Ardianto menyarankan agar pemasangan reklame dalam jumlah besar dialihkan ke lahan milik swasta.
"Contohnya koreksinya kan biar ke depan Mas Wali tidak sembrono. Pasang baliho itu kan kalau itu di tempatnya untuk Pemkot ya ojo sembarangan. Cukup satu aja kalau satu kan wajar. Ucapan atau gimana. Kalau perlu ke swastanya, kan gitu to," ungkap Ardianto Kuswinarno, Ketua DPC Gerindra Solo.
Ardianto menegaskan bahwa jika baliho dipasang di lahan swasta, masyarakat tidak akan menuduh adanya penggunaan APBD, berbeda halnya jika dipasang di aset Pemda. "Karena kalau di lahan Pemda, orang semua pasti kan menuduhnya tetap pakai APBD no. Secara logika karena itu reklamenya punya Pemda," tegas Ardianto Kuswinarno, Ketua DPC Gerindra Solo.
Komunikasi tatap muka untuk klarifikasi lebih lanjut belum terlaksana karena Ketua DPC Gerindra Solo sedang mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat flu berat. "Belum ke sana, saya lagi nggak enak badan, lagi flu berat. Batuk terus, jadi belum ada pertemuan," ungkap Ardianto Kuswinarno, Ketua DPC Gerindra Solo.
Meskipun belum bertemu langsung, Ardianto memastikan komunikasi tetap berjalan, baik melalui telepon maupun mekanisme pemanggilan resmi nantinya. "Nanti by phone atau panggil nggak ada masalah, yang penting saya minta klarifikasi saja. Sebagai tokoh dan pimpinan di Kota Solo harus mawas diri, tidak bisa semau gue," imbuh Ardianto Kuswinarno, Ketua DPC Gerindra Solo.






.png)