BOGORPLUS.ID - Pada Jumat sore, 26 Juni 2026, suasana di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi pusat perhatian publik ketika ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa. Massa yang menamakan diri 'Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat' ini berkumpul untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kondisi bangsa saat ini.

Aksi demonstrasi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, perwakilan buruh, masyarakat umum, hingga kelompok pengangguran, yang semuanya memiliki pandangan serupa mengenai situasi nasional. Mereka tiba di lokasi, tepatnya di Jalan Gubernur Suryo, sekitar pukul 16.20 WIB, dan segera memadati sebagian badan jalan.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan spanduk kritik yang ditujukan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang dipasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Mereka juga membawa poster-poster yang memicu respons berupa klakson dari para pengendara yang melintas sebagai bentuk dukungan.

Septia Rahma, selaku Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, menjelaskan bahwa demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari upaya perlawanan masyarakat Surabaya. Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi nasional yang dianggap semakin menyulitkan kelompok masyarakat kecil di tingkat akar rumput.

"Hari ini adalah perpanjangan atau nafas dari perlawanan Kota Surabaya. Seperti yang kita lihat per hari ini apa-apa mahal, bahan pokok juga naik, itu juga dikeluhkan oleh saya selaku pengusaha UMKM," kata Septia Rahma.

Salah satu isu utama yang disuarakan massa adalah kenaikan harga komoditas dan energi yang dirasakan memberatkan. Mereka secara khusus menuntut adanya stabilitas harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Septia Rahma menambahkan bahwa tujuan utama dari aksi yang digelar hari itu adalah untuk memperpanjang gelombang perlawanan yang sudah ada di Surabaya. "Dengan beberapa tuntutan. Salah satunya yang paling krusial adalah turunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok," tambah Septia Rahma.

Selain isu ekonomi, para pengangguran juga turut serta dalam aksi ini untuk menagih janji kampanye yang pernah diutarakan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menuntut realisasi janji terkait penyediaan lapangan kerja yang dijanjikan.

"Bahkan ada kelompok pengangguran yang saat sekarang itu turun juga untuk menuntut lapangan pekerjaan yang dijanji-janjikan oleh Pak Wakil Presiden Gibran," ungkap Septia Rahma.