bogorplus.id — Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 544 yang dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dinilai menjadi langkah nyata pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Pengamat politik Universitas Djuanda Bogor, Gotfridus Goris Seran, mengatakan pemilihan Malasari bukan sekadar lokasi seremoni, tetapi simbol bahwa pembangunan tidak lagi hanya berpusat di kawasan tengah seperti Cibinong.

“HJB di Malasari menjadi pesan kuat bahwa pembangunan harus merata ke wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor,” pungkas Seran saat dihubungi Bogorplus.id, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade memilih desa tersebut sebagai perayaan HJB karena memiliki dasar historis, Malasari disebut sebagai salah satu wilayah awal pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Ia menilai pemerintahan Rudy-Jaro mulai menjalankan komitmen Pilkada 2024 lewat pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Yang paling terasa dan nyata sekarang pembangunan jalan dan akses wilayah, itu penting untuk ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

Selain infrastruktur, Seran, menyoroti target UHC 100 persen dan program Satu Desa Satu Sarjana yang mulai dijalankan Pemkab Bogor.

Meski begitu, ia menegaskan pembangunan wilayah barat dan timur masih harus dipercepat agar kesenjangan dengan wilayah tengah tidak terus terjadi.

“Bogor Barat dan Timur punya potensi wisata dan ekonomi besar, infrastruktur dan pemerataan pembangunan harus benar-benar digenjot,” tegasnya.