bogorplus.idOCD atau Gangguan Obsessif Kompulsif merupakan kondisi di mana seseorang merasakan pikiran dan perasaan obsesif yang muncul terus-menerus dan sulit untuk dikendalikan. Sebagian orang mungkin menyadari bahwa mereka mengalami gejala OCD, tetapi penting untuk dicatat bahwa hal tersebut tidak selalu dianggap sebagai gangguan, karena penderita OCD harus memenuhi syarat tertentu.

Gejala-gejala OCD dapat mengganggu keseharian penderitanya, karena pikiran yang mengganggu dan berulang. Jika pikiran tersebut tidak diikuti dengan tindakan tertentu, penderitanya akan merasakan ketakutan atau dampak negatif lainnya.

Orang yang menderita OCD umumnya menyadari bahwa pikiran dan perilaku mereka tidak rasional, namun mereka tidak dapat menghentikan pikiran-pikiran tersebut. Kondisi ini seringkali mulai muncul pada masa kanak-kanak, remaja, dan awal dewasa. Mari kita tinjau lebih lanjut tentang OCD melalui informasi yang diambil dari American Psychiatric Association, National Center for Biotechnology Information, dan National Institute of Mental Health.

Gangguan obsesif kompulsif merupakan kondisi di mana seseorang mengalami pikiran, ide, dan perasaan yang tidak diinginkan, mendorong mereka untuk bertindak secara berulang. Penderita OCD berupaya menghilangkan pikiran tersebut dengan melakukan tindakan berulang yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan kontrol atas pikiran dan perilaku mereka. Hal ini dapat mengganggu kehidupan penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya.

Sangat penting untuk dipahami bahwa setiap orang pernah mengalami obsesi dan kompulsi. Contohnya adalah memeriksa kompor sebelum meninggalkan rumah atau memeriksa barang bawaan beberapa kali, tetapi hal-hal tersebut masih tergolong wajar. Obsesi dan kompulsi menjadi sebuah gangguan jika perilaku tersebut menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari dan mengganggu aktivitas rutin. OCD biasanya bersifat kronis seumur hidup, meskipun gejalanya bisa muncul atau mereda dari waktu ke waktu.

Bagaimana Gejala OCD?

Gejala OCD terbagi menjadi dua kategori, yaitu obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah pikiran, dorongan, atau gambaran yang terus muncul dalam pikiran seseorang, menyebabkan perasaan tidak nyaman seperti kecemasan, ketakutan, atau rasa jijik. Banyak individu dengan OCD menyadari bahwa pikiran-pikiran ini tidak rasional atau berlebihan, tetapi mereka tidak dapat terbebas dari pikiran tersebut.

Sebagai upaya untuk mengatasi tekanan dari pikiran obsesif atau mengurangi rasa ancaman yang dirasakan, penderita OCD biasanya melakukan tindakan kompulsif. Berikut adalah beberapa gejala obsesi dan kondisinya yang berbeda:

  • Ketakutan yang berlebihan saat menyentuh barang tertentu karena takut terkontaminasi bakteri yang tidak terlihat.
  • Kekhawatiran yang berlebihan terhadap ketidakteraturan atau ketidaksimetrisan dalam suatu susunan barang.
  • Pikiran atau gambar seksual yang mengganggu.
  • Pikiran, gambaran, suara, kata, atau musik yang tampak tidak berarti.
  • Ketakutan untuk melakukan agresi atau merasa disakiti (baik pada diri sendiri atau orang tercinta).
  • Kekhawatiran yang berlebihan jika ada sesuatu yang terasa tidak lengkap.
  • Ketakutan akan kehilangan atau membuang sesuatu yang penting.