bogorplus.id – Teknologi pengisian cepat atau istilah “Fast Charging” merupakan salah satu fitur yang tersemat pada perangkat masa kini, terutama bagi kelas menengah ke atas. Hadirnya teknologi yang semakin meningkat membuat pengguna hanya membutuhkan waktu yang singkat dalam mengisi baterai handphone.
Namun, pengguna tidak dapat menggunakannya secara asal-asalan karena setiap tipe handphone memiliki standar pengisian cepat yang unik dan bahkan tidak akan aktif jika digunakan di perangkat lain.
Apa itu Fast Charging?
Fast charging merupakan teknologi pengisian baterai yang memastikan bahwa energi listrik dari sumber ke perangkat dapat bekerja dengan daya listrik yang besar. Daya listrik bisa dianalogikan seperti kemampuan bak tampung dalam mendistribusikan air ke ember atau bak mandi.
Semakin besar angkanya, maka perangkat semakin bisa terisi penuh dalam waktu singkat. Besaran dengan satuan Watt (W) secara teori berkaitan erat dengan tegangan yang menyebabkan listrik mengalir dengan arus kuat.
Kuat arus dalam hal ini biasanya secara khusus akan tercatat dengan satuan Ampere (A) di bagian keterangan produk sementara tegangan juga bisa disebut “Voltase” tertulis dengan satuan Volt (V).
Proses Fast Charging
Pengisian daya baterai Lithium-ion (Li-io) membagi proses menjadi beberapa tahap termasuk dase arus konstan dan tegangan konstan. Saat pengguna melakukan pengisian dari nol, baterai yang terisi dengan arus konstan meningkat sampai titik maksimal yang berada di kisaran 4,2V.
Setelah tegangan mencapai titik puncaknya, baterai akan terisi dengan arus kuat yang semakin mengecil secara eksponensial sehingga kecepatan pengisian baterai terus melambat.