BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melakukan penertiban terhadap tenda warung makan Pallubasa Serigala yang berdiri di atas fasilitas umum berupa saluran drainase. Penertiban ini dilakukan setelah bangunan tersebut diklaim telah menguasai saluran air tersebut selama kurang lebih 30 tahun.
Tindakan tegas ini juga mengungkap adanya penumpukan limbah sisa makanan yang dibuang sembarangan di bawah tenda, menyebabkan saluran air di kawasan tersebut tersumbat parah. Dilansir dari Detikcom, penertiban ini merupakan langkah lanjutan setelah adanya teguran resmi dari pihak kecamatan.
Sebelum pembongkaran dilakukan, pihak kecamatan telah menjadwalkan serangkaian tindakan penertiban yang direncanakan sejak sebelum lokasi tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial. Pihak kerabat pemilik usaha sempat mengajukan permohonan penundaan pembongkaran secara mandiri.
Namun, permohonan penundaan tersebut ditolak oleh otoritas setempat, yang menginstruksikan agar pembongkaran segera dilaksanakan pada pekan berikutnya. Camat Mamajang, Muhammad Rizal, mengonfirmasi bahwa pemilik usaha akhirnya membongkar tenda tersebut secara mandiri pada Kamis, 11 Juni.
"Alhamdulilah tadi malam sekitar jam 11.00 malam, sudah dibongkar secara mandiri oleh pemilik dengan diawasi oleh kami," ujar Camat Mamajang Muhammad Rizal kepada detikSulsel, Jumat (12/6).
Setelah pembongkaran tenda selesai, petugas kecamatan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan lokasi dan membongkar struktur beton permanen yang menutupi saluran drainase. Pembongkaran struktur beton permanen dilakukan karena sisa coran beton tersebut masih menghalangi pembersihan total.
"Tadi masih ada yang tersisa sisa coran betonnya yang belum dibongkar. Tadi juga sudah dilakukan pembongkaran oleh kami karena tertutup permanen," jelas Rizal.
Saat petugas membongkar coran beton tersebut, ditemukan tumpukan limbah padat yang telah mengeras selama bertahun-tahun, terdiri dari sisa lemak, minyak, dan sabun cuci. Limbah ini menjadi penyebab utama penyumbatan saluran drainase di area tersebut.
"Sisa corannya itu kami bongkar dan kami dapati memang limbahnya yang sudah menumpuk. Limbah dari lemak-lemaknya dibuang ke sana, minyak, sabun bekas cuci-cuci juga. Itu menyumbat drainase karena sudah mengeras," kata Rizal.






.png)