BOGORPLUS.ID - Warung makan legendaris Pallubasa Serigala di Kota Makassar melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan tendanya yang selama ini berdiri di atas trotoar Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang. Tindakan ini dilakukan pada Kamis malam, 11 Juni 2026, sebagai respons terhadap penertiban bangunan di atas fasilitas umum (fasum).
Keputusan pembongkaran ini diambil setelah pihak pemerintah setempat mengidentifikasi keberadaan warung tersebut sebagai salah satu objek penertiban yang melanggar tata ruang. Proses pembongkaran tersebut disaksikan langsung oleh petugas dari pemerintah daerah setempat.
"Alhamdulilah tadi malam sekitar jam 11.00 malam, sudah dibongkar secara mandiri oleh pemilik dengan diawasi oleh kami," ujar Camat Mamajang Muhammad Rizal saat dikonfirmasi.
Pembongkaran mandiri ini juga melibatkan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, khususnya untuk membongkar struktur beton permanen yang menutupi area saluran air di sekitar lokasi warung.
Saat proses pembongkaran beton saluran drainase tersebut, petugas menemukan adanya penumpukan material yang menjadi akar masalah utama. Material tersebut terdiri dari limbah makanan, minyak, lemak, dan sisa sabun cucian yang dibuang langsung ke saluran.
"Kami dapati memang limbahnya yang sudah menumpuk. Limbah dari lemak-lemaknya dibuang ke sana, minyak, sabun bekas cuci-cuci juga. Itu menyumbat drainase karena sudah mengeras," jelas Rizal mengenai temuan di saluran air.
Akibat penumpukan limbah yang telah mengeras tersebut, saluran drainase mengalami penyumbatan parah, bahkan dilaporkan meluas hingga ke area drainase di seberang jalan. Kondisi ini menimbulkan dampak lingkungan yang meresahkan warga sekitar.
"Kondisi ini memang sudah dikeluhkan oleh warga limbahnya ini, makanya kami langsung koordinasi dengan PU untuk membuat jalur ulang drainase di sekitar sana," jelas Rizal mengenai tindak lanjut penanganan masalah drainase.
Warung Pallubasa Serigala sendiri merupakan usaha kuliner khas Makassar yang sudah berdiri sejak tahun 1986, didirikan oleh Al Qadri Haeruddi dan almarhumah Nurjannah Madi. Mereka dikenal menyajikan hidangan kuah santan dengan daging sapi atau kerbau serta taburan serundeng kelapa sangrai.






.png)