bogorplus.id — Asosiasi Transporter Tangerang Bogor (ATTB) mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membuka kembali aktivitas tambang di wilayah Kecamatan Cigudeg - Parungpanjang yang telah ditutup sejak September 2025 lalu.
Penutupan tambang itu dinilai berdampak serius terhadap kondisi ekonomi sopir, pemilik truk, dan warga sekitar.
Ketua ATTB, Asep Fadhlan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan langsung keluhan tersebut kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto
Dirinya meminta solusi konkret atas penutupan tambang yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan itu.
“Kita menyampaikan kepada bupati untuk mencarikan solusi dari masalah penutupan tambang di Cigudeg dan Parungpanjang yang sudah tujuh bulan ditutup tidak kunjung dibuka,” ujar Asep saat dihubungi bogorplus, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Asep, penutupan tambang membuat para pelaku usaha kesulitan memenuhi kewajiban finansial. Ia meminta Pemrov Jabar menerapkan kebijakan restrukturisasi kredit seperti saat pandemi COVID-19.
“Ini sudah darurat ekonomi, masyarakat yang puluhan tahun bergantung pada tambang tidak bisa langsung beralih profesi,” tegasnya.
ATTB juga mendorong agar truk tambang kembali diperbolehkan melintas dengan pengaturan yang jelas.
Sementara itu, kata dia, Pemkab Bogor disebut tengah menyiapkan skema pengaturan baru untuk diajukan kepada Pemrov Jabar.

