bogorplus.id – Dunia maya, khususnya di wilayah Bekasi dan Cikarang, tengah dihebohkan dengan dugaan aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum content creator atau influencer TikTok yang dikenal pandu bone.
Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai angkat suara terkait kerugian yang mereka alami setelah menggunakan jasa promosi (endorse) dari sang influencer.
Para korban mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, serta mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan saat mencoba menagih hak mereka.
Salah satu korban, pemilik usaha Seblak Prasmanan, menyebut telah mentransfer uang sebesar Rp2 juta untuk biaya endorse.
Namun hingga waktu yang dijanjikan, PB tidak kunjung datang ke lokasi usaha. Permintaan pengembalian dana pun disebut tidak direspons.
“Hati-hati ya gaes kalau mau endorse @pandu.bone. Kita sudah payment 2 juta tapi dia nggak datang sama sekali, minta refund juga nggak dikasih,” tulis korban melalui unggahan media sosialnya.
Kasus serupa juga dialami pemilik kedai Mie Ayam Bakso Urat 234 di Cikarang. Ia mengaku tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga menerima perlakuan yang dianggap tidak pantas. Saat menagih janji, ia justru disebut “bawel” dan “kampungan”.
Korban juga menuding adanya unggahan Instagram Story dari PB yang menyebut harga bakso di kedainya tidak sesuai.
Disebutkan harga Rp15 ribu, padahal menurut pemilik usaha, promo yang tertera di spanduk jelas dimulai dari Rp8 ribu.