bogorplus.id – Sampah menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat saat ini. Sampah dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan asalnya: sampah organik dan sampah anorganik. Di antara keduanya, sampah anorganik sering kali menjadi perhatian utama karena sulit untuk terurai secara alami dan dapat mencemari lingkungan dalam waktu yang lama.
Apa Itu Sampah Anorganik?
Sampah adalah barang yang dibuang sebagai hasil dari berbagai proses produksi, baik yang berasal dari aktivitas rumah tangga maupun dari sektor industri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “anorganik” merujuk pada segala sesuatu yang bukan berasal dari manusia, tumbuhan, atau hewan serta mencakup benda mati seperti air, gas, asam, dan mineral, kecuali karbon.
Menurut Yudianto dan rekan-rekannya dalam buku “Pengelolaan Sampah: Pengabdian Pendamping di Kota Metro,” sampah anorganik adalah limbah yang terbentuk dari bahan-bahan non hayati, baik yang berbentuk produk sintetis atau hasil dari teknologi pengelolaan yang tidak melibatkan unsur hayati.
Sementara itu, Gina Cynthia R Hasibuan dan Nisaul Fadilah Dalimunthe dalam artikel “Penyuluhan Mengenai Pentingnya Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik ke Anak-anak SD Muhammadiyah 02 Medan” menjelaskan bahwa sampah anorganik adalah jenis sampah yang berasal dari sisa-sisa aktivitas manusia yang sulit terurai oleh bakteri.
Ciri-Ciri Sampah Anorganik
Berdasarkan informasi dari universale. co. id, berikut adalah perbedaan karakteristik limbah anorganik dibandingkan dengan limbah lainnya:
- Sulit untuk terurai oleh makhluk hidup
- Memerlukan waktu yang lama untuk proses penguraian
- Mudah untuk didaur ulang
- Mengandung zat-zat berbahaya
- Tidak memiliki kandungan unsur karbon (C)
- Memiliki struktur kimia yang panjang dan rumit
- Menyebabkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia