bogorplus.idGangguan bipolar, sebelumnya dikenal sebagai manik depresi, adalah masalah kesehatan mental yang ditandai dengan variasi emosi yang sangat drastis. Perubahan ini meliputi fase emosi positif yang disebut mania atau hipomania dan fase emosi negatif atau depresi. Hipomania biasanya memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan mania.

Menurut Mayoclinic, meskipun gangguan bipolar adalah kondisi jangka panjang yang akan dihadapi seumur hidup, gejala-gejala dan perubahan suasana hati tersebut masih dapat dikelola. Dalam kebanyakan situasi, penanganan dilakukan melalui kombinasi obat serta terapi bicara yang diberikan oleh profesional kesehatan.

Namun, beberapa orang yang mengalami gangguan bipolar tetap menghadapi kemungkinan terjadinya kekambuhan meskipun mereka mengikuti pengobatan yang dijadwalkan. Sebagaimana dilansir oleh Psych Central, kekambuhan bisa terjadi ketika kembali munculnya gejala seperti depresi, hipomania, atau mania setelah seseorang mengalami masa tanpa gejala.

Istilah kekambuhan masih sering digunakan dalam dunia medis. Namun, beberapa pakar menganjurkan penggunaan istilah seperti kembali muncul atau berulang, yang lebih tepat dalam mencerminkan sifat fluktuatif dari gangguan bipolar. Selain itu, istilah ini juga dianggap lebih netral dan dapat membantu mengurangi stigma negatif yang sering terkait dengan kata kekambuhan, seperti perasaan gagal atau malu.

Faktor yang paling sering menyebabkan munculnya kembali gejala dari gangguan bipolar adalah peristiwa hidup yang menimbulkan stres dan ketidakdisiplinan dalam mengonsumsi obat.

Karen Bridbord, PhD, dari Karen Bridbord and Associates di Brooklyn, menegaskan betapa pentingnya pengaruh stres dan perawatan diri terhadap kekambuhan gejala gangguan bipolar.

“Jika seseorang tidak mendapatkan cukup tidur, tidak mengonsumsi makanan bergizi, atau sedang mengalami duka mendalam, hal tersebut bisa dengan mudah memicu kekambuhan gejala,” kata Bridbord.

Aspek-aspek dasar dalam menjaga kesehatan sangat penting bagi mereka yang mengalami gangguan bipolar. “

Ciri-ciri Kambuh pada Bipolar