bogorplus.id- Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Galuga.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Bogor Raya.
Hal tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin rapat bersama perangkat daerah terkait pada Kamis malam (12/3/26).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan perwakilan Danantara guna menyelaraskan kebijakan serta memperkuat kolaborasi lintas daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Rudy mengungkapkan bahwa proses tender internasional untuk proyek waste to energy di TPA Galuga telah selesai.
Dari total 24 perusahaan yang berpartisipasi terdiri dari 21 perusahaan asal China, dua dari Jepang, dan satu dari Eropa satu perusahaan asal China telah ditetapkan sebagai pemenang tender.
"Melalui teknologi waste to energy, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Rudy Susmanto, Jumat (13/3).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan pembangunan fasilitas modern ini akan dimulai melalui tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada tahun 2026.
Proyek ini diproyeksikan selesai paling cepat pada Desember 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.