BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Kota Batam pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Prakiraan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah kecamatan di Batam akan mengalami kondisi cuaca yang didominasi oleh hujan ringan dan udara yang cenderung kabur sejak pagi hingga malam hari.

Fenomena cuaca ini secara langsung berdampak pada tingkat kelembapan udara di wilayah hilir Kepulauan Riau yang diprediksi akan relatif tinggi. Oleh karena itu, masyarakat yang merencanakan aktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengambil langkah antisipatif seperti membawa payung atau jas hujan.

Menurut data resmi yang dirilis oleh BMKG, sebaran hujan ringan diprediksi akan terjadi secara merata di seluruh wilayah administratif Kota Batam. Informasi ini memberikan jawaban atas pertanyaan warga mengenai potensi hujan di Batam hari ini.

Untuk kawasan Batam Kota dan sekitarnya, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi hujan ringan dengan rentang suhu udara yang diperkirakan antara 24 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di kawasan ini diperkirakan cukup tinggi, berkisar antara 66 hingga 97 persen.

Sementara itu, perhatian juga diberikan pada kondisi di area pelabuhan dan pesisir, khususnya terkait transportasi laut. Pelaku transportasi diimbau mewaspadai potensi visibilitas yang menurun akibat adanya fenomena udara kabur di beberapa titik.

Di wilayah pinggiran seperti Nongsa dan Galang, BMKG mendeteksi adanya kondisi udara yang kabur. Kelembapan udara di kedua kecamatan tersebut diperkirakan mencapai angka tertinggi, yaitu 98 persen pada hari ini.

Dikutip dari ringkasan data BMKG, rincian cuaca di 12 kecamatan di Batam hari ini telah disampaikan secara detail untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan kegiatan mereka.

BMKG juga telah memproyeksikan tren cuaca untuk seminggu ke depan hingga awal Juli. Hujan ringan diperkirakan masih akan bertahan di beberapa lokasi seperti Batu Aji, Sagulung, dan Lubuk Baja hingga tanggal 29 Juni mendatang.

"Perubahan cuaca secara signifikan diperkirakan terjadi pada tanggal 2 Juli 2026," ujar BMKG dalam publikasinya.