BOGORPLUS.ID - Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan pandangannya mengenai dampak signifikan komunitas otomotif terhadap perekonomian Indonesia. Ia menilai bahwa komunitas ini telah berevolusi menjadi salah satu motor penggerak utama dalam sektor ekonomi kreatif nasional.

Aktivitas komunitas otomotif terbukti mampu menjaga stabilitas perputaran ekonomi masyarakat, khususnya saat dunia sedang menghadapi tantangan seperti perlambatan perdagangan internasional dan gejolak geopolitik. Hal ini menunjukkan daya tahan sektor yang didorong oleh hobi ini.

Bamsoet menjelaskan bahwa di balik setiap kegiatan komunitas, terdapat ekosistem ekonomi yang luas yang turut melibatkan berbagai pihak. Ekosistem ini mencakup pelaku UMKM, industri komponen, jasa modifikasi, sektor after market, hingga industri pariwisata dan ekonomi digital.

"Komunitas otomotif hari ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Di balik setiap kegiatan komunitas terdapat perputaran ekonomi yang melibatkan UMKM, industri kreatif, bengkel, produsen aksesori, sektor pariwisata hingga pelaku usaha kuliner. Inilah bukti bahwa hobi dapat melahirkan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangannya pada Minggu (21/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bamsoet saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun Satu Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI). Acara penting ini diselenggarakan di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang, Jakarta, pada Jumat malam (19/6).

Dikutip dari artikel aslinya, Bamsoet, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, menyoroti dampak positif pada industri after market. Industri suku cadang dan aksesori kendaraan ini sangat merasakan manfaat dari pertumbuhan komunitas otomotif di Indonesia.

Menurutnya, meskipun penjualan kendaraan baru mungkin melambat, pasar after market tetap kuat karena didorong oleh kebutuhan perawatan, personalisasi, dan modifikasi kendaraan yang terus meningkat. Besarnya jumlah kendaraan yang beroperasi di Indonesia menjadi penopang utama stabilitas segmen ini.

"Pasar after market merupakan bukti nyata bagaimana komunitas otomotif menggerakkan ekonomi. Semakin aktif komunitas, semakin besar pula kebutuhan terhadap komponen, aksesori, jasa modifikasi, perawatan kendaraan, hingga produk-produk kreatif yang mendukung gaya hidup otomotif," tutur Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menekankan peran strategis komunitas dalam memperkuat ekonomi daerah melalui program kegiatan touring dan eksplorasi berbagai destinasi wisata. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi langsung kepada wilayah yang dikunjungi.