bogorplus.id – BAB bedarah tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Namun, hl ini tetap perlu ditangani medis karena dikhawatirnya adanya kondisi yang fatal.

Penyebab BAB berdarah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Hematochezia

Hematochezia disebabkan oleh adanya pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah seperti ada usus besar dan rektum. Penderita hematichezi akan mengalami darah yang keluar bersama feses yang berwarna merah. Hal ini disebabkan adanya endaraan yang terletak di area dekat dubur, sehingga menyebabkan arah kelar dalam keadaan masih segar.

Terdapat kondisi yang dapat mengakibatkan hematochezia atau pendarahan saluran pencernaan bagian bawah, yaitu:

  • Wasir (Hemeroid) adalah kondisi pembuluh darah di area anus yang melebar dan berisiko menyebabkan pendarahan
  • Fisura Ani adalah luka yang terbuka di anus
  • Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada kantong kecil tidak normal yang terbentuk pada saluran pencernaan
  • Radang usus adalah peradangan pada usus yang meruju pada penyakit Crohn atau kolitis ulseratif
  • Polip usu besar adalah pertumbuhan abnormal yang bertangkai dan berukuran kuran dari 1,5 cm
  • Tumor jinak di usus besar dan rectum yang jadi penyebab pendarahan
  • Kanker usus besar

Melena

Melena disebabkan karena adanya pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Darah pada feses akan terlihat hitam pekat karena tercampur dengan enzim dan asam lambung. Berikut sejumlah kondisi yang menyebabkan pendarahan saluran pencernaan bagian atas, yaitu:

  • Varises esofagus adalah pelebaran pada pembulu darah vena di kerongkongan (esofagus)
  • Esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan akibat GERD
  • Tukak lambung adalah luka yang ada di permukaan dalam dinding lambung
  • Sindrom Mallory-Weiss adalah kondisi yang ditandai terjadinya robekan pada jaringan di daerah kerongkongan yang berbatasan dengan lambung
  • Gastritis adalah peradangan pada lapisan pelindung di lambung
  • Kanker lambung