bogorplus.id – Pernahkah kamu mengalami kesulitan untuk membuka diri atau menjaga jarak secara emosional dalam sebuah hubungan, meskipun dengan orang yang sangat dekat? Ini bisa jadi menunjukkan adanya gaya keterikatan avoidant. Sudahkah kamu mengenal istilah avoidant ini?
Istilah ini mungkin asing bagi beberapa orang. Namun, sebenarnya ini merujuk pada pola hubungan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan dapat memiliki dampak yang besar di kehidupan dewasa, khususnya dalam menjalin kedekatan secara emosional.
Menurut informasi dari Cleveland Clinic, gaya keterikatan atau attachment style adalah pola dalam berhubungan yang dibentuk pada masa kecil, berdasarkan bagaimana orang tua atau pengasuh utama merespons kebutuhan emosional kita. Jika seorang anak dibesarkan dengan pengasuh yang kurang mampu secara emosional atau tidak responsif, mereka dapat mengembangkan gaya keterikatan avoidant.
Apa kamu ingin memahami lebih jauh mengenai avoidant? Mari kita lihat penjelasan mendalam berikut ini yang disusun dari berbagai sumber seperti Attachment Project, Medical News Today, WebMD, dan Cleveland Clinic!
Apa Itu Avoidant?
Gaya keterikatan avoiding atau avoidant attachment adalah salah satu dari empat gaya keterikatan yang diakui dalam psikologi. Gaya ini muncul ketika seseorang terbiasa untuk bergantung pada diri sendiri secara emosional sejak kecil, sehingga ketika mereka dewasa, cenderung menjaga jarak dalam hubungan. Orang-orang dengan gaya keterikatan ini umumnya terlihat sangat mandiri dan kurang nyaman dengan kedekatan emosional yang intim.
Dalam kehidupan sehari-hari, individu dengan gaya avoidant sering kali nampak tenang dan tidak membutuhkan perhatian berlebihan dari orang lain. Mereka lebih suka mencari solusi atas masalah secara mandiri dan jarang menunjukkan emosi secara terbuka. Ketika menghadapi konflik atau situasi yang emosional, mereka cenderung memilih untuk menarik diri daripada membuka diri dan meminta bantuan.
Gaya keterikatan ini dapat terbawa hingga masa dewasa, mencakup hubungan romantis maupun persahabatan. Mereka biasanya menghindari ketergantungan, baik sebagai tempat bergantung atau mengandalkan orang lain. Meskipun terlihat tidak tertarik pada kedekatan, sebenarnya mereka merasa kesulitan untuk menciptakan rasa aman dalam hubungan yang melibatkan emosi mendalam.
Menariknya, studi menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa di Amerika menyatakan memiliki gaya keterikatan avoidant. Gaya ini lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan wanita. Meskipun mereka terkesan kuat dan mandiri di luar, sering kali ada perasaan yang tertahan dan tidak diungkapkan.