bogorplus.id - Lapak kecil di sudut Pasar Anyar, Kota Bogor, mendadak hidup setiap menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tumpukan daun kelapa muda dan anyaman kulit ketupat memenuhi ruang sederhana milik Saprudin (43), yang saban tahun meraup rezeki dari tradisi musiman ini.
Dengan tangan terampil, Saprudin merangkai helaian daun kelapa menjadi kulit ketupat simbol khas Lebaran yang selalu diburu masyarakat.
Aktivitasnya tak pernah sepi pembeli, terutama dua hingga tiga hari sebelum hari raya.
“Setiap tahun jualan ini dan selalu di Pasar Anyar Bogor. Jualan kulit ketupat ini memang khusus pas Lebaran saja. Sehari-hari saya jualan herbal,” ujar Saprudin saat ditemui, Selasa (17/3/2026).
Pria asal Cigudeg, Kabupaten Bogor, itu sudah belasan tahun menjalani usaha musiman ini. Di luar momen Lebaran, ia berjualan minuman dan obat herbal.
Namun ketika Ramadan memasuki fase akhir, ia beralih profesi demi menangkap peluang yang datang setahun sekali.
Saprudin mulai membuka lapaknya sejak pukul 07.00 WIB. Namun, semakin dekat Lebaran, jam kerjanya ikut berubah drastis. Ia bahkan rela berjualan hampir 24 jam demi memenuhi lonjakan permintaan.
“Karena jualan ini musiman, jadi saya menetap sampai malam karena banyak yang beli. Pokoknya sampai habis dulu, saya nggak pulang,” katanya.