BOGORPLUS.ID - Manajemen Laskar Sambernyawa mengambil langkah signifikan dengan secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja sama (PHK) dengan pelatih kepala mereka, Milomir Seslija. Keputusan ini juga mencakup asisten pelatihnya, Milos Durovic, yang kini tidak lagi bersama tim.

Keputusan strategis ini diumumkan pada hari Minggu, tepatnya tanggal 7 Juni 2026. Langkah ini diambil bukan karena performa semata, melainkan sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan regulasi kompetisi yang akan datang.

Keputusan pemutusan kontrak ini merupakan respons langsung dari klub terhadap aturan baru yang akan diterapkan dalam kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia musim 2026/2027. Regulasi tersebut menjadi penentu utama kebijakan manajemen klub.

Aturan spesifik yang dimaksud membatasi izin penggunaan tenaga kepelatihan asing di klub peserta kompetisi musim depan. Regulasi tersebut secara tegas hanya memberikan izin penggunaan bagi juru taktik yang berasal dari dalam negeri atau lokal.

Dilansir dari PORTAL7.CO.ID, manajemen klub harus bergerak cepat agar tidak terbentur aturan tersebut ketika kompetisi baru dimulai. Pemutusan kontrak ini adalah langkah proaktif untuk memastikan kesiapan tim sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan komitmen Persis Solo untuk mematuhi semua ketentuan yang dikeluarkan oleh otoritas sepak bola Indonesia. Klub ingin memastikan bahwa struktur kepelatihan mereka sepenuhnya legal sebelum dimulainya musim kompetisi yang baru.

Keputusan ini secara efektif mengakhiri masa tugas Milomir Seslija dan Milos Durovic bersama tim kebanggaan Kota Solo tersebut. Mereka harus hengkang jauh sebelum musim reguler 2026/2027 dimulai sepenuhnya.

"Manajemen Persis Solo secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja sama dengan pelatih kepala Milomir Seslija beserta asisten pelatihnya, Milos Durovic," mengutip pernyataan resmi klub mengenai berakhirnya masa bakti kedua pelatih asing tersebut.

Selanjutnya, klub kini dihadapkan pada tugas mencari pengganti yang memenuhi kriteria regulasi baru, yaitu pelatih kepala yang merupakan warga negara Indonesia. Proses seleksi pelatih lokal yang berkualitas akan menjadi prioritas utama manajemen ke depan.