bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan.
Langkah ini menjadi upaya antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik dan gangguan rantai pasok pangan dunia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan situasi geopolitik global saat ini berpotensi mempengaruhi distribusi dan ketersediaan pangan.
Karena itu, masyarakat didorong mulai menyiapkan sumber pangan mandiri dari lingkungan rumah masing-masing.
“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan. Karena itu masyarakat kami dorong untuk mulai menanam berbagai tanaman pangan di pekarangan rumah,” ujarnya, Selasa (10/3).
Menurutnya, gerakan menanam ini juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Melalui gerakan tersebut, pemerintah daerah mengajak warga menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, cabai, umbi-umbian hingga tanaman buah.
Selain menjaga ketersediaan pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.
Teuku menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit secara produktif.