bogorplus.id – Negara tropis emang jarang sekali merasakan suhu dingin yang parah. Pakian tebal pun kurang diperlukan, kecuali memiliki rencana untuk naik gunung atau camping. Namun, menggunakan luaran seperti jaket, hoodie, parka, atau jenis lainnya sebaiknya tetap digunakan saat keluar rumah di malam hari.
Hal ini bertujuan untuk menghindari terkena paparan angin mala yang dapat menjadi penyebab paru-paru basah. Hal ini dipercaya karena angin malam terasa lebih dingin dibandingkan angin siang. Namun, apakah mitos ini benar? berikut kami beri penjelasannya.
Paru-Paru Basah
Dalam dunia media, paru-paru basah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit tertentu. Paru-paru basah dikenal dengan efusi pleura. Paru-paru basah disebabkan karena adanya kelebihan cairan di pleura, yaitu selaput yang melapisi dinding rongga dada.
Selaput pleura yang terletak di antara paru-paru dan dinding rongga dada manusia Selaput ini berair agar paru-paru dalam rongga dada tidak saling menggesek. Namun, jika pleura mengalami kelebihan cairan, tubuh akan mengalami gangguan kesehatan.
Beberapa penyekit yang dapat jadi penyebab paru-paru basah:
- Infeksi virus dan bakteri seperti pneumonia atau tuberkulosis
- Penyakit autoimun seperti lupus atau rematik (rheumatoid arthristis)
- Penyakit hari seperti sirosis
- Gagal jantung kongestif
- Komplikasi bedah jantung
- Emboli paru
- Kanker paru atau liforma
- Penyakit ginjal
Dapat disimpulkan bahwa angin malam yang menjadi penyebab paru-paru basah hanyalah mitos. Kena angin mala tidak akan membuat paru-paru atau pleura mengalami kelebihan cairan karena kondisi ini baru terjadi akibat beberapa penyakit di atas.
Namun, paru-paru basah bisa disebabkan oleh virus dan bakteri seperti Streptococcus pneumoniae (penyebab pneumonia) atau Mycobacterium tuberculosis (penyebab tuberkulosis) yang penyebarannya dapat melalui udara, alat makan, dan kontak dengan orang terinfeksi.