bogorplus.id- Di kaki Gunung Salak, tepatnya di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, sebuah gerakan lingkungan yang menginspirasi sedang menggeliat.
Pemuda-pemuda Sunda dengan semangat juang yang tinggi membuat gerakan Leweung Hejo untuk menjaga kelestarian alam.
Program penghijauan ini bukan hanya soal menanam pohon, melainkan juga sebagai bentuk amanah dari karuhun Sunda untuk terus menjaga alam dan warisan leluhur.
Seorang pemuda penggerak lingkungan yang juga memimpin KTH Alam Kiwari Lestari, Aban Sudrajat menyampaikan, gerakan ini bukan hanya bagian dari pencapaian target Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030.
Program yang digagas oleh pemerintah ini mencangkup sektor hutan, lahan pertanian, perkebunan, dan penggunaan lahan lainnya.
“Kami bukan hanya menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran untuk melestarikan alam. Ini adalah bentuk rasa tanggung jawab kami sebagai generasi muda untuk masa depan bumi,”ujarnya, Sabtu (26/7).
Sebanyak 2.000 pohon bambu, kayu, dan buah telah ditanam di beberapa desa di sekitar kaki Gunung Salak.
Keputusan untuk memilih tanaman bambu, kayu, dan buah, tak lepas dari tujuan besar menjaga keberlanjutan alam.
Kata Aban, Bambu, selain mampu menyerap karbon secara signifikan, juga berfungsi untuk menjaga kelestarian sumber air.