bogorplus.id - Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain aromanya yang khas, kandungan kafein dalam kopi dikenal ampuh untuk meningkatkan energi dan mengusir rasa kantuk. Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kopi sering kali memicu kekhawatiran terkait kesehatan lambung.

Sifat kopi yang asam dan memiliki kadar kafein tinggi diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko menyebabkan refluks ke kerongkongan yang memicu gejala maag atau GERD. Meski demikian, penderita gangguan lambung tidak selalu harus menghindari kopi sepenuhnya. Terdapat beberapa jenis kopi dan metode penyajian yang lebih ramah bagi pencernaan.

Berikut adalah tujuh jenis kopi yang relatif aman untuk lambung:

1. Kopi Luwak
Kopi khas Indonesia ini memiliki proses produksi yang unik melalui fermentasi alami di dalam saluran pencernaan hewan luwak. Proses tersebut menghasilkan biji kopi dengan kadar kafein yang lebih rendah dan tingkat keasaman yang lebih ringan. Satu cangkir kopi luwak rata-rata hanya mengandung sekitar 45 mg kafein, sehingga lebih aman bagi lambung yang sensitif.

2. Kopi Dark Roast
Tingkat pemanggangan (roasting) sangat memengaruhi karakteristik kopi. Biji kopi yang dipanggang hingga level dark roast (paling lama) cenderung memiliki tingkat keasaman yang jauh lebih rendah dibandingkan level light atau medium roast. Proses pemanggangan yang lama memecah senyawa asam dalam biji kopi. Selain itu, kadar kafein pada dark roast umumnya hanya berkisar 50 mg per cangkir.

3. Kopi Arabika
Di antara berbagai varietas kopi, Arabika dikenal memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan Robusta. Satu cangkir kopi Arabika mengandung sekitar 90 mg kafein. Meski memiliki sentuhan rasa manis dan sedikit asam, karakteristik kafeinnya yang rendah membuat varietas ini menjadi pilihan yang lebih aman bagi penderita maag.

4. Espreso
Metode penyeduhan espreso menggunakan tekanan tinggi dengan waktu ekstraksi yang relatif singkat. Durasi kontak antara air panas dan bubuk kopi yang singkat ini membatasi jumlah asam dan kafein yang terlarut ke dalam minuman. Secara umum, satu cangkir espreso mengandung sekitar 90 mg kafein.

5. Kopi Susu
Menambahkan susu ke dalam kopi dapat membantu menetralkan efek asam. Kandungan protein dalam susu berfungsi sebagai penyangga (buffer) yang dapat mengurangi stimulasi produksi asam lambung berlebih. Namun, konsumen tetap disarankan untuk membatasi jumlah konsumsi karena kandungan kafein dasar pada kopi tidak berubah meski telah dicampur susu.

6. Biji Kopi Excelsa
Excelsa merupakan varietas dari keluarga kopi Liberika yang memiliki aroma buah yang kuat. Kopi ini memiliki tingkat kepahitan dan keasaman yang moderat. Walaupun tingkat keasamannya rendah, perlu diperhatikan bahwa Excelsa memiliki kadar kafein yang cukup tinggi, yakni sekitar 129 mg per cangkir.