bogorplus.id – Menjaga adab saat bertamu merupakan aspek penting bagi setiap muslim ketika berkunjung ke rumah keluarga maupun kerabat. Etika silaturahmi ini telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan menjadi panduan moral yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada momen perayaan hari besar seperti Lebaran.
Silaturahmi, yang mencakup aktivitas bertamu dan menerima tamu, merupakan bagian dari sunnah yang mengandung banyak keutamaan. Meski sangat dianjurkan sebagai amalan baik, setiap muslim hendaknya memperhatikan batasan dan etika agar kunjungan tersebut tetap membawa keberkahan.
Merujuk pada buku Al Wafi Syarah Hadits Arba'i An Nawawi karya Dr. Musthafa Dieb dan Muhyiddin Mistu, mayoritas ulama (jumhur) berpendapat bahwa bertamu adalah sunnah dan bagian dari akhlak mulia, namun bukan merupakan perkara wajib. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memuliakan tamu dalam hadisnya:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam." (HR Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan buku Adab Bertamu oleh Alik al Adhim, berikut adalah tujuh adab bertamu sesuai tuntunan Rasulullah SAW:
1. Meminta Izin Sebelum Berkunjung
Sebelum mendatangi kediaman orang lain, seorang muslim dianjurkan untuk meminta izin terlebih dahulu. Di era modern, hal ini dapat dilakukan melalui telepon atau pesan singkat. Jika tuan rumah memberi izin, kunjungan dapat dilanjutkan; namun jika tidak, maka niat berkunjung harus diurungkan.
Rasulullah SAW bersabda: "Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!" (HR Bukhari dan Muslim).
2. Mengucapkan Salam
Mengucapkan salam adalah bagian mendasar dari adab bertamu. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 27, yang melarang orang beriman memasuki rumah orang lain sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Salam merupakan bentuk doa dan penghormatan kepada tuan rumah.
3. Mengetuk Pintu dengan Sopan
Mengetuk pintu harus dilakukan dengan cara yang santun dan tidak mengganggu ketenangan penghuni rumah. Dalam sebuah riwayat, para sahabat Nabi SAW terbiasa mengetuk pintu rumah beliau dengan kuku-kuku mereka sebagai bentuk kelembutan dan kesopanan.