bogorplus.id- Sebanyak 6.000 penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bogor dicoret dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setelah terindikasi menggunakan dana bantuan untuk bermain judi online.
Temuan ini menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan kasus penyalahgunaan dana bansos terbesar di Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, secara nasional terdapat sekitar 600 ribu penerima bansos yang terdeteksi terlibat transaksi judi online.
Dari jumlah tersebut, kata Gus Ipul, ada 6 ribu penerima berasal dari Kabupaten Bogor.
“Se-Indonesia ada 600 ribu penerima yang terindikasi, dan 6 ribu di antaranya ada di Kabupaten Bogor. Kalau tidak salah, ini yang tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Data tersebut merupakan hasil pemadanan antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
PPATK mencatat, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan transaksi judi online tertinggi yang bersumber dari dana bansos, yakni 5.497 penerima dengan total nilai transaksi mencapai Rp22 miliar.
Angka ini bahkan melampaui kota-kota besar seperti Surabaya (1.816 penerima, Rp9 miliar) dan Jakarta Pusat (1.754 penerima, Rp9 miliar).
Menurut Gus Ipul, tidak semua penerima bansos yang terindikasi terlibat judi online benar-benar bermain sendiri. Ada juga kasus di mana data penerima disalahgunakan oleh pihak lain.