bogorplus.id – Bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga rentan terhadap infeksi cacing parasit yang dapat menyebabkan penyakit cacingan. Penyakit ini merupakan infeksi parasit yang sering dijumpai di Indonesia. Risiko terjadinya penyakit ini tinggi bagi mereka yang tinggal di tempat yang tidak bersih atau memiliki pola hidup yang tidak sehat.
Contohnya, jika seseorang jarang mencuci tangan, tidak membersihkan sayur dan buah dengan baik sebelum dimasak atau dimakan, serta mengonsumsi makanan yang belum matang. Gejala yang muncul akibat infeksi cacing parasit dapat termasuk rasa gatal di area anus, nyeri perut, penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, kelemahan tubuh, serta gangguan sistem pencernaan.
Obat untuk mengatasi cacingan pada orang dewasa bervariasi, tergantung pada jenis cacing yang menjadi penyebabnya. Beberapa jenis cacing parasit yang dapat menginfeksi orang dewasa antara lain cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing pita.
Di artikel ini, akan dibahas beberapa pilihan obat cacingan bagi orang dewasa seperti mebendazol, piperazin, pirantel pamoat, levamisol, dan albendazol. Selain itu, ada pula cara untuk membuat ramuan alami dari tanaman putri malu sebagai obat cacingan.
Mebendazol
Mebendazol adalah obat untuk cacingan pada orang dewasa yang diakibatkan oleh infeksi cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, dan cacing cambuk.
Obat ini biasanya diberikan dalam dosis tunggal, tetapi untuk beberapa infeksi, dokter bisa merekomendasikan pemakaian selama sekitar tiga hari.
Efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan mebendazol meliputi mual, muntah, hilangnya nafsu makan, diare, sakit perut, perut kembung, atau munculnya ruam pada kulit.
Mebendazol mungkin tidak cocok untuk semua orang, jadi pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat ini atau obat lain, serta jika Anda tengah dalam keadaan hamil atau menyusui.