BOGORPLUS.ID - Efisiensi dalam sektor manufaktur otomotif global kini mengalami transformasi signifikan dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Perkembangan ini terlihat jelas saat awak media diajak mengunjungi fasilitas produksi canggih milik SGMW (Saic-GM-Wuling) di Liuzhou, Guangxi, China, baru-baru ini.
Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Rabu (1/7/2026) tersebut bertujuan memperlihatkan langsung pusat riset dan pengujian mutakhir milik Wuling. Fasilitas ini mencakup berbagai teknologi terkini, termasuk sistem pabrik pintar Intelligent Island Manufacturing System (I2MS), pusat uji tabrak, hingga laboratorium khusus untuk menguji kebisingan dan getaran (NVH).
Sistem I2MS yang telah beroperasi penuh sejak November 2025 ini mengubah paradigma perakitan mobil tradisional. Produksi kini dilakukan melalui pos-pos terpisah yang dikenal sebagai pulau kerja, menggantikan sistem konveyor panjang yang biasa ditemukan di pabrik konvensional.
Mayoritas proses perakitan kini sangat bergantung pada robot otonom yang bergerak secara mandiri, bukan lagi terikat pada rel. Hal ini menciptakan suasana lini produksi yang minim intervensi manusia, namun sangat dinamis dengan pergerakan lengan robot yang efisien.
Pengaturan lalu lintas komponen dan operasional seluruh sistem diatur oleh kecerdasan buatan bernama Excellence Operation AI (EOAI). Sistem AI ini bertugas memastikan alur kerja berjalan lancar tanpa adanya potensi tabrakan antar-robot atau antrean yang tidak perlu.
Robot troli otonom mengambil peran penting dalam logistik internal, bertugas mengantarkan komponen vital seperti sasis, aki, hingga ban ke stasiun kerja yang tepat. Selanjutnya, pemasangan aki dan ban dilakukan secara presisi oleh lengan robot pintar yang terprogram.
Wuling Segera Hadirkan Generasi Kelima Mini EV, Opsi Baru Mobil Listrik Kompak di Indonesia
Kompleks manufaktur canggih di Liuzhou ini berdiri megah di atas lahan seluas 3 juta meter persegi, merupakan hasil investasi awal sekitar RMB 1,1 miliar sejak proyeknya dimulai pada tahun 2012. Fasilitas ini terdiri dari empat workshop cerdas, 637 robot operasional, dan 78 pulau cerdas yang terbagi dalam tiga klaster utama.
Penerapan sistem I2MS ini diklaim memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Teknologi ini berhasil meningkatkan efisiensi manufaktur hingga mencapai angka 30 persen.
Selain peningkatan efisiensi lini produksi, sistem ini juga mempercepat siklus penelitian dan pengembangan produk, memangkas waktu hingga 43% lebih cepat dari metode sebelumnya.






.png)