BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada hari Senin, 22 Juni 2026. Informasi ini penting bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Pulau Dewata sepanjang hari tersebut.

Secara spesifik, prakiraan cuaca untuk Kota Denpasar menunjukkan kondisi berawan yang diperkirakan akan menyelimuti ibu kota provinsi sepanjang hari. Hal ini juga mempengaruhi kenyamanan beraktivitas terutama bagi mereka yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Kondisi cuaca ini berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di beberapa perairan Bali, dengan estimasi mencapai 2 meter atau bahkan lebih. BMKG mengimbau seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di laut.

Wilayah Kota Denpasar diprediksi akan mengalami suhu udara dalam rentang 23 hingga 31 derajat Celsius pada hari itu. Tingkat kelembapan udara di ibu kota provinsi ini tergolong cukup tinggi, berkisar antara 68 hingga 97 persen.

BMKG juga menyajikan rincian prakiraan cuaca untuk seluruh kabupaten di Bali, di mana mayoritas wilayah didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan tebal pada awal pekan ini. Kabupaten Jembrana diprediksi cerah berawan dengan suhu 20 hingga 31 derajat Celsius.

Sementara itu, wilayah Tabanan akan tertutup awan dengan suhu yang sedikit lebih sejuk, yaitu antara 20 hingga 26 derajat Celsius. Di pusat pariwisata Kabupaten Badung, cuaca diprediksi cerah berawan dengan kelembapan udara yang lebih rendah, mulai dari 62 persen.

Pihak berwenang memberikan perhatian khusus pada kondisi angin yang bertiup dari arah Timur menuju Tenggara di sekitar selat penyeberangan. Kecepatan angin di perairan Bali dilaporkan bervariasi, berkisar antara 4 hingga 35 kilometer per jam.

"Angin kencang tersebut berdampak langsung pada peningkatan tinggi gelombang di jalur pelayaran wisata maupun logistik," jelas BMKG Wilayah III Denpasar dalam salah satu pernyataannya.

Akibat peningkatan tinggi gelombang ini, operator kapal serta para nelayan diimbau untuk selalu memantau informasi ketinggian gelombang Selat Bali. Hal ini bertujuan untuk memitigasi risiko kecelakaan laut, terutama di jalur penyeberangan selatan.