BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari Senin, 22 Juni 2026. Secara umum, cuaca di sebagian besar wilayah DIY diprediksi akan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari.

Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengantisipasi potensi suhu udara permukaan yang cukup terik, terutama pada waktu siang hari. Stabilitas kondisi atmosfer di wilayah DIY menunjukkan tren yang cenderung kondusif untuk mobilitas warga.

Detail prakiraan cuaca menunjukkan adanya fluktuasi suhu dan kelembapan yang bervariasi di setiap kabupaten di DIY. Wilayah pesisir barat dan selatan dipastikan aman dari potensi terjadinya curah hujan sepanjang hari ini berdasarkan rilis resmi BMKG Yogyakarta.

Untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo, BMKG memprediksi kondisi cuaca akan berlangsung cerah berawan mulai dari pagi hingga malam hari. Suhu udara di kawasan tersebut diperkirakan berada pada rentang yang cukup sejuk saat malam hari dan akan menghangat saat memasuki siang hari.

Sementara itu, Kabupaten Bantul diproyeksikan akan menikmati kondisi langit yang cerah sepenuhnya sepanjang hari. Tingkat kelembapan udara di Bantul diperkirakan lebih rendah, membuat sensasi udara terasa sedikit lebih kering dibandingkan dengan wilayah Kulon Progo.

"Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap mengantisipasi suhu udara permukaan yang cukup terik pada siang hari," demikian disampaikan dalam rilis resmi BMKG Yogyakarta.

Selain fokus pada kondisi harian, BMKG Yogyakarta juga memberikan estimasi tren cuaca jangka menengah untuk perencanaan mingguan warga. Stabilitas cuaca cerah berawan yang terjadi hari ini diperkirakan akan mulai mengalami perubahan karakteristik visual memasuki pertengahan pekan.

Dikutip dari BMKG, fenomena partikel padat di udara diperkirakan akan mulai muncul dalam beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah Kulon Progo. "Daftar perubahan kondisi cuaca di Kulon Progo untuk periode seminggu ke depan mencakup beberapa poin krusial berikut," sebut BMKG.

Fenomena udara kabur yang diprediksi muncul tersebut kemudian diperkirakan akan menghilang saat memasuki akhir pekan. Pada akhir pekan, langit Yogyakarta secara umum diprediksi akan kembali didominasi oleh gumpalan awan tebal, meskipun tanpa indikasi adanya curah hujan ekstrem.