BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, di mana seorang petani mengalami luka-luka akibat serangan mendadak dari seekor beruang liar. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat mengenai keamanan saat beraktivitas di area perkebunan.

Peristiwa nahas ini menimpa seorang petani bernama Yatana (55 tahun) yang sedang melaksanakan aktivitas rutinnya di kebun. Serangan tersebut berlangsung pada hari Rabu, 24 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di wilayah Dusun V, Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri.

Akibat serangan satwa liar tersebut, korban mengalami cedera serius dengan luka robek signifikan pada bagian pinggang atas dan paha kanan atas. Luka-luka ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari cakaran tajam yang dilepaskan oleh beruang tersebut.

Menanggapi laporan mengenai serangan satwa liar ini, aparat kepolisian dari Polsek Muara Kelingi segera bergerak cepat. Mereka melakukan pengecekan terhadap kondisi korban dan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Kapolsek Muara Kelingi, Iptu M Nur Hendra, mengonfirmasi kejadian tersebut saat memberikan keterangan pers. "Iya benar, beruang tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban saat di kebun," ujar Iptu M Nur Hendra.

Pihak kepolisian saat ini masih fokus memantau situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengantisipasi potensi ancaman susulan dari satwa liar yang sama. Upaya penelusuran keberadaan beruang tersebut terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Anggota Polsek Muara Kelingi sudah mengecek kondisi korban dan mendatangi TKP. Saat ini kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait keberadaan satwa liar yang menyerang korban," kata Iptu M Nur Hendra.

Menurut keterangan Kepala Dusun V Desa Air Beliti, Misno Atmoko, korban sedang pergi sendirian ke kebun dengan membawa tangki semprot untuk merawat tanaman sebelum insiden terjadi. Lokasi kebun tersebut diketahui berada cukup jauh dari permukiman warga.

"Korban mau ke kebun untuk nyemprot lahan. Memang jarak kebun dengan permukiman warga cukup jauh. Pas di kebun dia ketemu beruang dan langsung diserang," kata Misno Atmoko.