BOGORPLUS.ID - Kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan Selat Bali pada Rabu (24/6/2026) sore telah menimbulkan dampak signifikan pada operasional penyeberangan. Gelombang tinggi yang diakibatkan oleh kondisi ekstrem tersebut membuat kapal feri menghadapi kesulitan besar saat hendak bersandar di dermaga.
Akibat kendala operasional ini, antrean kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, menjadi sangat panjang. Kendaraan dilaporkan mengular hingga mencapai jarak sekitar 2,6 kilometer dari area pelabuhan.
Menanggapi kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalur nasional tersebut, pihak Kepolisian Kawasan Pelabuhan Gilimanuk segera mengambil langkah antisipasi. Mereka menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai penumpukan kendaraan yang semakin padat.
Salah satu bentuk rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah pengalihan arus kendaraan pribadi menuju jalur pemukiman warga di sekitar Gilimanuk. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban di jalur utama Denpasar-Gilimanuk.
Otoritas pelabuhan juga dilaporkan telah mengaktifkan sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, seberang Gilimanuk. Sistem ini diberlakukan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal yang sebelumnya terhambat oleh kondisi gelombang tinggi.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Gusti Kade Alit Murdiasa, mengonfirmasi situasi terkini pada malam hari. "Benar saat ini terjadi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pukul 21.30 Wita ekor antrean sudah di sebelah timur Pertamina Gilimanuk."
Kompol I Gusti Kade Alit Murdiasa juga menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi penambahan panjang antrean jika kondisi cuaca tidak segera membaik. "Perkiraan akan semakin panjang jika cuaca masih tidak bersahabat," ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian melakukan pemisahan jalur berdasarkan dimensi kendaraan untuk mencegah kemacetan total pada jalur utama. Kendaraan besar dan truk diprioritaskan pada jalur utama sementara kendaraan kecil diarahkan ke jalur alternatif.
"Gang satu kita gunakan untuk melintas kendaraan kecil. Jalur utama tetap truk. Saat ini ekor antrean terus bertambah karena arus lalu lintas truk saat malam hari meningkat," pungkas Kompol I Gusti Kade Alit Murdiasa.






.png)