bogorplus.id – Universitas Indonesia (UI) baru-bari ini mengumumkan keputusan mengenai nasib disertasi doktoral dan gelar doktor yang diberikan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta pihak-pihak terkait.
Bagi Bahlil, dia yang sebelumnya gelar doktornya telah ditangguhkan, diminta untuk memperbaiki disertasinya.
Rektor UI Prof Heri Hermansyah dalam konferensi pers di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (7/2), menyatakan, “Memutuskan untuk melakukan pembinaan kepada promotor, kopromotor, direktur, kaprodi,dan mahasiswa terkait sesuai tingkat pelanggaran, proporsional.”
Heri menambahkan bahwa pembinaan yang diberikan akan berbeda untuk Bahlil dan para pihak terkait lainnya.
“Pembinaan ini dilakukan mulai dari penundaan kenaikan pangkat untuk jangka waktu tertentu, permintaan maaf ke sivitas akademik UI,” lanjutnya.
Keputusan ini diambil setelah melalui proses yang panjang dan penuh teliti. Empat organ UI telah bertemu pada 4 Maret lalu, dengan mempertimbangkan laporan dari Senat, Dewan Guru Besar, dan Badan Penjaminan Mutu Akademik UI. Keputusan yang dihasilkan bersifat kolegial.
Dalam konferensi pers tersebut, hadir Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Yahya Cholil Staquf, Ketua Dewan Guru Besar UI Harkristuti Harkrisnowo, dan Ketua Senat Akademik UI Prof Budi Wiweko.
Sebelumnya, Bahlil dinyatakan lulus dari program doktor di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) pada 16 Oktober 2024 lalu.
Humas UI Prof Arie Afriansyah, menegaskan bahwa Bahlil akan diminta untuk melakukan perbaikan pada disertasinya.