BOGORPLUS.ID - Aktivitas seru yang melibatkan teriakan kegembiraan mendominasi kawasan Blok Rancatunjung, Dusun Majalaya, Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis. Fenomena ini terjadi setiap sore hari ketika angin musim kemarau bertiup kencang, membawa layang-layang yang terlepas dari kendalinya.
Para bocah tampak berlarian kencang, bergerak dari area persawahan menuju permukiman warga untuk mengejar layangan yang sedang hanyut. Mereka menunjukkan semangat tinggi dalam upaya menangkap objek terbang yang menjadi buruan sore itu.
Beberapa anak terlihat bersiaga di tepi kolam ikan, sementara yang lain menyusuri jalan setapak di antara deretan rumah penduduk. Mereka telah mengatur strategi untuk memprediksi arah jatuhnya layangan yang putus tersebut.
Salah satu anak bahkan terlihat membawa bambu panjang dengan harapan dapat meraih layangan yang melayang tinggi. Namun, usaha tersebut kadang berakhir mengecewakan ketika layangan malah tercebur ke dalam kolam dan gagal diamankan.
Meskipun gagal mendapatkan tangkapan, raut kecewa para pemburu layangan hanya berlangsung sesaat. Mereka segera bangkit dan kembali berlari menuju area persawahan untuk melanjutkan perburuan sore itu.
Fenomena berburu layangan putus ini telah menjadi pemandangan rutin hampir setiap hari sejak musim kemarau melanda kawasan Ciamis. Aktivitas luar ruangan ini menjadi hiburan utama bagi anak-anak setempat di sore hari.
Salah satu pemburu layangan, yang akrab dipanggil Ubeng, mengungkapkan bahwa ia rutin melakukan kegiatan ini mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu Magrib. "Nuju moro langlayangan pegat (sedang berburu layangan putus)," ujar Ubeng saat ditemui di lokasi tersebut.
Ubeng menambahkan bahwa kegembiraan utama bukan semata-mata karena kekurangan layangan, melainkan sensasi kebersamaan dalam mengejar buruan. "Sebetulnya bukan karena tidak punya layangan. Yang seru itu pas ngejarnya bareng teman-teman. Kalau berhasil dapat rasanya senang sekali," kata Ubeng.
Hal senada juga diungkapkan oleh Acep, teman Ubeng, yang menekankan bahwa keseruan terletak pada proses pengejaran kolektif. "Kadang layangannya jauh, tapi tetap dikejar. Seru kalau bisa dapat. Apalagi kalau sama-sama lari dengan teman-teman. Tapi harus tetap hati-hati," ujar Acep.






.png)