bogorplus.id Toilet duduk kini menjadi jenis toilet yang paling banyak digunakan karena dinilai lebih nyaman dan praktis. Namun, dari sudut pandang kesehatan, toilet jongkok dianggap memiliki beberapa keunggulan, terutama dalam membantu proses buang air besar (BAB) agar lebih lancar dan alami.

Selain frekuensi BAB yang teratur, posisi tubuh saat buang air besar juga berpengaruh terhadap kesehatan saluran pencernaan. Saat menggunakan toilet duduk, otot-otot di area perut dan panggul bekerja lebih keras untuk mengeluarkan feses. Sebaliknya, posisi jongkok membuat otot usus lebih rileks sehingga proses pengeluaran tinja menjadi lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk mengejan.

Posisi jongkok juga dipercaya dapat membantu mengurangi risiko penumpukan tinja di usus besar, menjaga kesehatan otot dan saraf panggul, menurunkan risiko hernia akibat mengejan terlalu kuat, serta membantu meredakan gejala wasir.

Meski menawarkan kenyamanan, penggunaan toilet duduk juga memiliki beberapa risiko apabila kebersihannya tidak terjaga. Salah satunya adalah dermatitis atau peradangan kulit yang dapat terjadi akibat kontak langsung dengan dudukan toilet yang kotor maupun sisa bahan kimia dari cairan pembersih. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam, rasa gatal, kulit kering, hingga bersisik.

Selain itu, posisi duduk saat BAB juga dapat memperparah wasir karena membuat seseorang lebih mudah mengejan. Gejala wasir yang perlu diwaspadai meliputi perdarahan saat BAB, nyeri, rasa gatal di sekitar anus, hingga munculnya benjolan.

Toilet duduk yang kurang bersih juga berpotensi menjadi media penyebaran bakteri penyebab diare, seperti Escherichia coli. Namun, virus seperti HIV dan herpes umumnya tidak mampu bertahan lama di permukaan dudukan toilet sehingga risiko penularannya melalui toilet sangat rendah.

Agar tetap aman menggunakan toilet, baik jongkok maupun duduk, penting untuk selalu menjaga kebersihan. Bersihkan dudukan toilet sebelum digunakan, terutama di toilet umum, atau gunakan pelapis dudukan maupun tisu sebagai penghalang antara kulit dan permukaan toilet. Sebaiknya tutup penutup toilet sebelum menyiram untuk mengurangi penyebaran percikan air yang mengandung bakteri.

Hindari pula meletakkan tas atau barang pribadi di lantai toilet karena area tersebut cenderung menjadi tempat berkumpulnya kuman. Jika di rumah menggunakan toilet duduk, Anda dapat menggunakan bangku kecil sebagai pijakan kaki agar posisi tubuh menyerupai jongkok sehingga proses BAB menjadi lebih mudah.

Setelah selesai menggunakan toilet, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan menjaga kesehatan.