bogorplus.id – Dilansir dari situs psychology.binus.ac.id, selingkuh identik dengan hubungan yang tidak didasari dengan kejujuran, baik saat masih pacarana maupun sudah menikah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), selingkuh memiliki arti perilaku tidak terus terang, suka menyembunyikan sesutau, atau tidak jujur.

Selingkuh pada setiap pasangan berbeda-beda tergantung individu masing-masing. Contohnya ada pasangan yang menyukai postingan lawan jenis lain bisa dikatakan selingkuh. Tiap pasangan memiliki batasan selingkuh yang berbeda.

Terdapat beberapa kriteria yang dapat dijadikan Batasan selingkuh, yaitu:

  • Tertarik pada fisik lawan jenis yang bukan pasangan
  • Kedekatan emosional, diartikan seperti ikatan batin antarindividu dalam hubungan atau memiliki perasaan satu sama lain
  • Kerahasiaan, yaitu perselingkuhan yang dirahasiakan setelah adanya kedekatan emosional

Benarkah Selingkuh itu Penyakit?

Kondisi ini dinamakan dengan compulsive cheating disorder atau gangguan perselingkuhan komplusif. Istilah ini tidak resmi dalam menggambarkan perselingkuhan kronis. Namun, masih menjadi perdebatan apakah benar selingkuh itu merupakan sebuah penyakit?

Orang yang mengidap compulsive cheating disorder akan melakukan selingkuh secara berulang. Meski disebut gangguan atau disorder, dalam buku manual diagnostic gangguan mental DSM-5, istilah ini tidak diakui secara resmi.

Selingkuh bisa disebut gangguan atau penyakit mental. Beberapa ahli menyebut perilaku tersebut sebagai gejala yang disebabkan dari penyakit tertentu.