bogorplus.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum langsung menggelontorkan anggaran Rp9 miliar untuk penyempurnaan Museum Pajajaran Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pemprov Jabar masih menunggu hasil evaluasi dan perencanaan detail dari Pemerintah Kota Bogor sebelum anggaran tersebut dialokasikan.
Saat meninjau Museum Pajajaran, Dedi menegaskan bahwa dana miliaran rupiah itu harus memiliki perencanaan yang jelas dan sesuai kebutuhan museum sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah.
“Nanti dibuat dulu perencanaannya. Jadi tidak langsung ujug-ujug Rp9 miliar. Peruntukannya apa saja nanti diajukan ke Pemprov dan akan dialokasikan,” kata Dedi Mulyadi, Senin (18/5/2026).
Menurut Dedi, masih ada sejumlah aspek penting yang perlu dibenahi agar bangunan tersebut benar-benar layak disebut museum modern yang mampu menjaga koleksi sejarah dengan baik.
Ia menyoroti kondisi arsitektur bangunan hingga sistem sirkulasi udara yang dinilai sangat penting untuk menjaga keawetan benda kepurbakalaan.
“Dari sisi arsitektur juga harus ada perubahan agar lebih mencerminkan museum. Kemudian udara di dalamnya juga harus diukur, apakah bisa menjamin keamanan dan keawetan benda-benda kepurbakalaan yang disimpan di sini,” ujarnya.
Selain itu, KDM juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap material bangunan dan konstruksi atap museum.
Menurutnya, penyempurnaan fasilitas harus dilakukan secara menyeluruh agar museum tidak hanya menjadi bangunan pajangan, tetapi juga pusat edukasi sejarah yang representatif.

