bogorplus.id - Pemerintah terus mendorong pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan melalui program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Pemkot Bogor bergerak cepat menata kawasan publik dengan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar yang mengganggu ketertiban kota.
Langkah tegas ini mulai menunjukkan hasil. Volume sampah harian di sejumlah titik strategis Kota Bogor turun drastis, dari sebelumnya 20–30 ton menjadi sekitar 10 ton per hari setelah aktivitas PKL di badan jalan dan trotoar ditertibkan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan, penataan kota akan terus berlanjut dan menyasar titik-titik lain yang masih semrawut.
“Ini akan dilanjutkan ke titik lain yang dirasa perlu kita berikan sentuhan. Karena masih banyak yang belum memahami bahwa saat ini sedang dilakukan langkah untuk mengembalikan ketertiban, kebersihan, dan keindahan Kota Bogor sebagaimana yang diharapkan seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat (10/4).
Pemkot Bogor menertibkan bangunan liar yang memakan badan jalan serta merelokasi PKL yang selama ini menutup saluran air dan trotoar.
Para pedagang kini diarahkan untuk berjualan di pasar resmi, seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari.
Selain itu, petugas juga menindak aktivitas bongkar muat liar dari angkutan sayur dan buah yang selama ini menyuplai PKL di kawasan Jalan Roda, Pedati, hingga Lawang Surya Kencana. Distribusi logistik kini diwajibkan melalui jalur resmi pasar.
Dedie menjelaskan, pendekatan program ASRI dilakukan dari hulu hingga hilir guna mencegah praktik pelanggaran berulang di lapangan.

