bogorplus.id — Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL), untuk mengatasi lonjakan volume sampah yang mencapai sekitar 3.000 ton per hari.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan tingginya produksi sampah sejalan dengan jumlah penduduk yang mencapai 6 juta jiwa.
“Kalau 6 juta penduduk, maka per hari ada sekitar 3.000 ton sampah,” ujar Rudy kepada wartawan, Kamis (30/4/2026)
Namun, kemampuan pengangkutan Dinas Lingkungan Hidup saat ini baru sekitar 1.500 ton per hari.
“Dari jumlah itu saja, biaya yang dibutuhkan lebih dari Rp100 miliar per tahun,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Bogor memprioritaskan pengelolaan sampah di tingkat desa melalui bantuan keuangan (Bankeu) infrastruktur.
Satpol PP Kota Bogor Kewalahan, 200 Personel Jaga Ketertiban 6 Kecamatan dan 68 Kelurahan
Langkah ini dinilai lebih efektif dan efisien sekaligus membuka potensi ekonomi bagi desa.
“Kami ingin pengelolaan sampah ini menjadi lebih efektif, efisien, dan punya nilai ekonomi bagi desa,” tegasnya.
Selain itu, proyek PSEL disiapkan sebagai solusi jangka menengah dengan kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari, yang bersumber dari Kota dan Kabupaten Bogor.






.png)