bogorplus.id – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terkait masalah lingkungan hidup di berbagai daerah, terutama di kawasan wisata, setelah insiden di Puncak, Jawa Barat. Dia menyebutkan dua lokasi yang menjadi perhatian, yaitu Sentul dan Bekasi.
“(Daerah yang ditertibkan) Semua daerah hulu. Di Bekasi juga, Sentul,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).
Hanif menjelaskan bahwa lahan miliki beberapa perusahaan yang diduga merusak lingkungan di daerah Cisarua, Bogor, akan segera dibongkar.
“Bongkar itu,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa izin usaha Perusahaan-perusahaan tersebut akan dicabut karena telah menyebabkan kerusakan yang berpotensi memicu bencana alam di wilayah Jabodetabek.
“(Dicabut) Iya. Itu kan fungsinya telah menyebabkan banjir yang sebabkan korban jiwa dan harta yang cukup besar ya. Saya rasa cukup ya kita bertindak terlalu gegabah. Kita perlu kembalikan daerah hulu,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa perubahan lanskap di Kawasan Puncak Bogor menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dan longsor.
Ia berpendapat, “Puncak sekarang berubah isinya bangunan, tempat wisata, vila, dan sejenisnya. Ayo, berani nggak kita bareng-bareng untuk segera menyulap Puncak jadi kawasan hijau, bukan kawasan beton. Ributnya jangan pada waktu hujan, nanti sudah musim kemarau lupa lagi, hujan ribut lagi,” ujarnya dalam sebuah video di akun Instagram-nya, Senin, 3 Maret 2025.
Dedi mengajak masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama hingga tuntas, “Tanpa ada kepentingan apapun, kecuali konservasi.”