bogorplus.id - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Pedati, Kota Bogor masih menyisakan permasalah sampah.

Perubahan itu belum sepenuhnya menghadirkan lingkungan yang bersih karena persoalan sampah masih menjadi keluhan oleh warga.

Pantauan pada Jumat (24/4/2026) sore, trotoar yang sebelumnya dipadati PKL kini relatif lebih lengang. 

Ruang pejalan kaki nampak lebih terbuka dan arus lalu lintas menjadi lebih nyaman dibandingkan kondisi sebelumnya.

Meski demikian, di beberapa titik masih terlihat tumpukan sampah rumah tangga dan sisa aktivitas pasar yang diletakkan di ruang terbuka, termasuk di dekat tiang lampu jalan. 

Bahkan, terdapat satu titik pembuangan sementara berkapasitas cukup besar yang kerap digunakan warga dan pedagang, namun tanpa fasilitas resmi seperti tempat sampah atau penanda khusus.

Akibatnya, sampah sering menumpuk, meluber, dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki maupun pengguna jalan.

Seorang warga sekitar, Andi (34), mengakui penertiban PKL membawa perubahan positif pada estetika kawasan. Namun ia menilai pengelolaan sampah belum ikut tertata dengan baik.

“Sekarang jalannya lebih enak dilihat karena PKL sudah tidak sebanyak dulu. Tapi sampahnya masih sering ada di trotoar, tidak hanya di satu titik, melainkan di beberapa lokasi, jadi terlihat berantakan dan kurang nyaman,” ujarnya.