bogorplus.id– Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan praktik taruhan dalam kegiatan balap lari jalanan yang sempat viral di media sosial.

Pria yang akrab disapa Akew itu menegaskan bahwa praktik taruhan yang ramai diperbincangkan tidak terjadi dalam kegiatan balap lari resmi.

Pemkab Bogor sendiri memfasilitasi kegiatan balap lari di dalam kawasan Stadion Pakansari.

“Kami tegaskan bahwa kejadian viral tersebut terjadi di luar area Gelora Pakansari dan bukan bagian dari kegiatan resmi Pemkab Bogor, Polres Bogor, maupun KORMI Kabupaten Bogor,” ujarnya, Kamis (5/3).

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Polres Bogor melalui KORMI justru telah menyediakan fasilitas resmi bagi para pemuda yang ingin menyalurkan hobi balap lari.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Gelora Pakansari agar berlangsung tertib, aman, dan dapat diawasi secara langsung.

“Balap lari difasilitasi secara resmi di Gelora Pakansari agar kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan kondusif. Dengan demikian aktivitas tersebut dapat dipantau secara langsung serta jauh dari praktik negatif seperti taruhan,” jelasnya.

Akew mengakui, potensi taruhan dalam kegiatan balap lari jalanan memang perlu diwaspadai.

Namun, ia menilai praktik tersebut biasanya dilakukan secara tersembunyi oleh segelintir oknum penonton dan tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam olahraga.