bogorplus.id - Aktivitas bekerja di kantor yang menuntut posisi duduk selama berjam-jam membawa sejumlah risiko kesehatan. Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan secara signifikan melalui penggunaan kursi ergonomis yang tepat.

Banyak pekerja kantoran mengeluhkan rasa sakit pada punggung hingga pinggang. Keluhan ini sering kali dipicu oleh kursi kerja yang tidak mendukung postur tubuh secara memadai. Kursi ergonomis dirancang untuk mendukung posisi duduk dengan ketinggian yang sesuai, memastikan postur tubuh tetap tegak sehingga pekerja dapat beraktivitas dengan nyaman.

Risiko Kesehatan Akibat Kursi Non-Ergonomis

Kursi yang tidak memiliki ukuran, bentuk, bahan bantalan, dan sandaran yang tepat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Ketidaktepatan ini menyebabkan tumpuan berat badan yang tidak seimbang, tekanan berlebihan pada satu titik tubuh, hambatan sirkulasi darah, dan perkembangan postur tubuh yang buruk.

Gejala yang paling umum dikeluhkan adalah nyeri pada punggung, leher, bahu, tangan, pergelangan tangan, dan lengan. Kondisi ini timbul akibat tekanan dan ketegangan otot maupun saraf. Hal ini terjadi karena tubuh berada dalam posisi statis yang sama dalam waktu lama, ditambah dengan gerakan repetitif yang menyebabkan kelelahan pada bagian tubuh tertentu.

Tekanan dan ketegangan tersebut tidak hanya menyerang otot, tetapi juga tendon (jaringan pengikat otot ke tulang), saraf, sendi, pembuluh darah, hingga tulang belakang. Jika kondisi ini berlanjut, risiko cedera seperti tendinopati (luka pada tendon) atau bursitis (peradangan pada bantalan sendi) dapat meningkat.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, cedera akibat duduk terlalu lama dapat berlanjut menjadi gangguan kesehatan jangka panjang. Risiko ini semakin tinggi bagi pekerja yang sudah memiliki kondisi medis lain, seperti artritis atau stres emosional.

Kriteria Memilih Kursi Kerja yang Tepat

Penggunaan perlengkapan kantor yang ergonomis, termasuk kursi kerja, terbukti dapat mengurangi risiko sakit kepala, kelelahan mata, nyeri leher dan punggung, serta mencegah gangguan pada tendon dan bantalan sendi.