bogorplus.id - Menjaga keharmonisan hubungan asmara memerlukan komitmen dan kompromi dari kedua belah pihak. Namun, ketika seseorang mulai mengorbankan kebutuhan dan kebahagiaan diri sendiri secara berlebihan demi pasangan tanpa adanya timbal balik, hal tersebut bisa menjadi indikasi hubungan yang tidak sehat, atau dikenal dengan istilah codependent.

Menurut para psikolog, hubungan codependent terjadi saat seseorang merasa tidak cukup, tidak mampu, dan merasa perlu bergantung pada orang lain agar dapat merasa lengkap. Pola hubungan ini sebenarnya tidak menciptakan kebahagiaan, melainkan justru memicu perasaan cemas yang terus-menerus.

Faktor Penyebab Codependent

Setiap orang pada dasarnya berisiko terjebak dalam hubungan yang codependent. Kendati demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko ini akan jauh lebih besar pada individu yang semasa kecil atau remaja kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

Akibatnya, pelaku codependent cenderung kehilangan identitas diri saat menjalin hubungan. Mereka merasa harus selalu mengorbankan kebutuhan pribadinya demi menyenangkan orang lain.

7 Ciri Hubungan Codependent

Untuk memahami apakah Anda atau orang terdekat sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat ini, berikut adalah beberapa ciri utama codependent yang perlu diwaspadai:

1. Takut Mengambil Keputusan Sendiri
Penderita codependent sering kali tidak percaya pada penilaian diri sendiri, bahkan untuk hal-hal sederhana. Mereka merasa harus selalu mengikuti keputusan pasangan dan meminta izin sebelum melakukan sesuatu, seperti saat ingin bertemu dengan sahabat di akhir pekan.

2. Melakukan Hal yang Tidak Disukai Demi Menyenangkan Pasangan
Adanya keinginan kuat untuk membuktikan diri sebagai pasangan yang sempurna membuat pelaku codependent rela melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak mereka sukai, misalnya terpaksa menonton pertandingan olahraga atau konser musik yang tidak diminati.