BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kabupaten Kapuas mengambil langkah proaktif dengan menggelar Apel Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara semua pemangku kepentingan menjelang datangnya musim kemarau yang diperkirakan lebih intens.

Apel siaga ini diselenggarakan secara khusus di Desa Sriwidadi, Kecamatan Mantangai, sebagai wilayah yang sebelumnya mencatat dampak kebakaran signifikan. Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh evaluasi dari bencana Karhutla yang terjadi sepanjang tahun 2025, sebagaimana Dikutip dari Detikcom.

Secara statistik, Karhutla di Kabupaten Kapuas pada tahun 2025 telah menghanguskan lahan seluas 274,79 hektare. Dari total luasan tersebut, Kecamatan Mantangai menjadi area dengan cakupan kebakaran terluas, yaitu mencapai 132,69 hektare.

Kecamatan Dadahup juga tercatat sebagai zona merah dengan luas lahan yang terbakar mencapai 62,9 hektare, menyoroti pentingnya fokus pencegahan di kedua wilayah tersebut. Langkah antisipatif ini melibatkan jajaran TNI-Polri, perusahaan swasta, serta kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, memimpin langsung apel siaga tersebut, yang juga menjadi momentum penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pencegahan kebakaran dengan perwakilan MPA. Acara ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta manajemen perusahaan terkait.

Bupati Muhammad Wiyatno menjelaskan bahwa prediksi fenomena El Niño dengan intensitas moderat hingga kuat akan memperpanjang durasi musim kemarau. Hal ini berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot) yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.

"Puncak risiko karhutla diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Kabupaten Kapuas, khususnya Mantangai dan Dadahup yang didominasi lahan gambut, sangat rentan terhadap kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini," ujar Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno.

Ia menekankan bahwa penanganan api pada ekosistem gambut memerlukan upaya besar, baik dari segi anggaran maupun waktu pemadaman. Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa mitigasi dan pencegahan awal harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini.

"Kata kunci kita tahun ini adalah pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, patroli terpadu, dan tanggapan cepat," tegas Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno.