BOGORPLUS.ID - Juventus Football Club memasuki fase restrukturisasi besar-besaran menyusul hasil kompetisi musim lalu yang mengecewakan. Kegagalan meraih tiket Liga Champions menjadi pemicu utama manajemen mengambil langkah drastis.

Langkah tegas ini diambil untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan klub yang dilaporkan sedang mengalami tekanan signifikan saat ini. Perubahan ini diharapkan dapat mengembalikan stabilitas jangka panjang Bianconeri.

Pelatih kepala baru, Luciano Spalletti, kini memimpin proyek pembenahan ini setelah resmi menggantikan Igor Tudor. Penunjukannya menandai dimulainya era baru dengan filosofi pengelolaan skuad yang berbeda.

Kebijakan transfer yang sangat ketat telah ditetapkan secara resmi oleh manajemen klub. Hal ini merupakan respons langsung terhadap performa tim pada musim kompetisi sebelumnya yang dianggap jauh dari ekspektasi.

Di bawah arahan Spalletti, klub menetapkan bahwa hanya empat pilar inti pemain yang dijamin akan tetap berada di skuad hingga tahun 2026 mendatang. Keputusan ini menunjukkan fokus pada pembangunan fondasi tim yang solid.

Keputusan mengenai hanya empat pemain yang dipertahankan ini diambil sebagai bagian dari strategi pembersihan skuad besar-besaran. Tujuannya adalah mengurangi beban gaji dan mengalokasikan sumber daya pada pemain yang sesuai visi baru pelatih.

Dilansir dari PORTAL7.CO.ID, kebijakan transfer yang sangat ketat ini telah ditetapkan secara resmi di bawah kendali pelatih anyar mereka, Luciano Spalletti, yang baru saja tiba menggantikan Igor Tudor.

Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas kegagalan klub di musim kompetisi sebelumnya, sebagaimana disampaikan oleh pihak internal klub. Hal ini menggarisbawahi pentingnya hasil kompetisi dalam pengambilan keputusan strategis di Turin.

"Masa depan Juventus memasuki babak baru yang penuh perubahan signifikan setelah kegagalan mereka mengamankan tiket ke kompetisi Liga Champions musim mendatang," ujar salah satu analis, mengutip situasi klub saat ini.